Komitmen Berikan Pelayan yang Terbaik kepada Penum

General Manager SSK II Sampaikan Penjelasan Lengkap. Mulai Penurunan Jumlah Penumpang, Perbaikan Landasan Pacu hingga Tarif Parkir Naik

General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Achmad saat menyampaikan penjelasan lengkap dalam acara silaturrahmi dengan insan pers, Rabu (29/7/2026)

PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)--
General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Achmad bahwa adanya kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) memberikan dampak terhadap pergerakan penumpang di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. "Meningkatnya biaya operasional maskapai penerbangan berimbas pada harga tiket pesawat. Inilah satu satu faktor menurunnya jumlah penumpang pada hari-hari tertentu. Selain itu, penurunan jumlah penumpang yang  sangat terasa pada hari kerja, khususnya Selasa dan Kamis," jelas Achmad dalam acara silaturrahmi bersama insan pers di Wareh Kopie, Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Rabu (29/7/2026).

Sambung Achmad bahwa periode hari Selasa sampai Kamis terjadi penurunan sekitar seribuan penumpang. Namun, untuk periode Jumat hingga Senin, tingkat keberangkatan masih relatif tinggi, yakni mencapai sekitar 8.000 penumpang.


Menurut Achmad,  fluktuasi jumlah penumpang tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya kenaikan harga avtur yang berdampak pada tarif tiket penerbangan. Namunx begitu,  aktivitas penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru masih berjalan normal dengan tingkat pelayanan yang tetap optimal.

Dipaparkan Achmad bahwa pihak Angkasa Pura Indonesia saat ini tengah melaksanakan program pemeliharaan dan perbaikan landasan pacu (runway) sebagai bagian dari upaya menjaga standar keselamatan operasional penerbangan yang baik."Ya sebelum pekerjaan dimulai, pihak Angkasa Pura Indonesia terlebih dahulu sudah melakukan pengumpulan data dan pengukuran teknis yang didampingi oleh konsultan yang profesional. Karena, semua proses dikerjakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku," papar Achmad.
Ditambahkan Achamd, bahwa untuk proses pengujian dan pekerjaan perbaikan dilakukan selama kurang lebih 14 jam, termasuk pengaspalan ulang serta penambalan pada sejumlah titik yang membutuhkan perbaikan.

" Itu semua  dilaksanakan sesuai prosedur teknis yang telah ditetapkan. Dengan begitu, kita inginkan perbaikan berjalan dengan aman dan lancar," ujar Achmad.


Ditambahkan Achmad, pekerjaan perbaikan dilakukan pada empat titik di area pergerakan pesawat (apron dan runway overlay).  "Begitu juga untuk jadwal pengerjaan telah dikoordinasikan bersama maskapai penerbangan. Sehingga pekerjaan itu, tidak mengganggu operasional penerbangan maupun pelayanan kepada penumpang yang akan melakukan aktivitas penerbangan. 
Selama proses perbaikan berlangsung, informasi telah disampaikan kepada seluruh maskapai melalui sistem informasi penerbangan sehingga setiap operator mengetahui adanya pekerjaan pemeliharaan yang berlangsung di bandara, " urai Achmad.

Pada kesempatan ini, Achmad menyampaikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama pihak Angkasa Pura Indonesia dalam setiap kebijakan operasional.

" Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Sebab, keselamatan merupakan prioritas utama dan keamanan, sehingga seluruh aktivitas operasional selalu mengedepankan aspek keselamatan,. Selain itu, kita juga meningkatkan kualitas pelayanan bagi penumpang. 

 

Salah satu upaya yang kita  lakukan adalah penambahan fasilitas pendingin ruangan (AC) di area ruang tunggu keberangkatan (boarding lounge). Dengan begitu tentunya memberikan kenyamanan lebih bagi para pengguna jasa di bandara," tutur Achmad.


Tarif Parkir Roda Empat jadi Rp9.000

Untuk tarif kendaraan roda empat di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru ada perubahan . Mulai tanggal 1 Agustus 2026 tarif resmi naik . Dimana, satu jam pertamayang waktu sebelumnya Rp6.000 menjadi Rp9.000. Sementara tarif untuk setiap jam berikutnya ditetapkan sebesar Rp5.000.

"Untuk tarif parkir kendaraan roda dua tidak mengalami perubahan. Dimana, bagi pengguna sepeda motor tetap dikenakan tarif Rp3.000 untuk satu jam pertama dan Rp1.000 untuk setiap jam berikutnya," papar General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Achmad, Rabu (29/7/2026).

Dijelaskan Achmad, bahwa penyesuaian tarif ini dilakukan untuk mendukung biaya operasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dikatakan Achmad, sebagai badan usaha milik negara, pengelola bandara tidak memperoleh anggaran operasional dari pemerintah, sehingga pembiayaan perawatan dan pengembangan fasilitas lainnya bergantung pada pendapatan perusahaan.

"Ya untuk biaya operasional, perawatan, dan pengembangan fasilitas kami berasal dari hasil usaha. Oleh sebab itu,  dilakukan penyesuaian tarif, yang juga diikuti dengan peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa bandara,” ujar Achmad.

Menurut Achmad, pihaknya tengah membangun terminal internasional seluas 17.000 meter persegi dengan kapasitas tambahan 1,5 juta penumpang. Dengan pembangunan tersebut, kapasitas Bandara SSK II akan meningkat dari 3,5 juta menjadi 5 juta penumpang per tahun.

Achmad menerangkan bahwa pengembangan fasilitas juga mencakup peningkatan pencahayaan area parkir, perbaikan terminal, penambahan sistem kelistrikan. Kemudian ada berbagai sarana pendukung lainnya untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang yang akan melakukan penerbangan. ***

 

 

 

 

 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar